NAMA : Anilva Fitriani
NIM : 240907501013
INFLASI DAN DEFLASI
PENDAHULUAN
Inflasi adalah keadaan di mana harga barang dan jasa secara umum naik secara terus-menerus dalam periode tertentu. Inflasi terjadi ketika permintaan lebih tinggi dari penawaran, biaya produksi meningkat, atau adanya kebijakan moneter seperti pencetakan uang berlebih. Dampaknya bisa berupa penurunan daya beli masyarakat. Deflasi adalah kebalikannya, yaitu keadaan di mana harga barang dan jasa secara umum menurun terus-menerus. Deflasi biasanya disebabkan oleh penurunan permintaan, kelebihan produksi, atau pengetatan kebijakan moneter. Dampaknya bisa berupa perlambatan ekonomi karena produsen enggan berinvestasi atau memproduksi.
PEMBAHASAN
Pengertian Inflasi dan Deflas
1. Inflasi
Menurut Bank Indonesia (BI) Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya.
Inflasi merupakan kebalikan dari deflasi. Inflasi terjadi karena beredarnya sejumlah uang yang terjadi dalam suatu masyarakat. Dalam KKBI, pengertian inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Dengan kata lain inflasi adalah menurunnya nilai mata uang karena beberapa faktor. Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Penyebabnya karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.
2. Deflasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) deflasi merupakan penambahan nilai mata uang, antara lain dengan pengurangan jumlah uang kertas yang beredar dengan tujuan mengembalikan daya beli yang yang nilainya turun. Deflasi merupakan fenomena penurunan harga yang ada di dalam suatu wilayah. Deflasi terjadi karena kekurangan jumlah uang beredar yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi turun.
Penyebab Inflasi dan Deflasi
1. Inflasi
- Meningkatnya Jumlah Permintaan
Penyebab inflasi yang pertama bisa dikarenakan meningkatnya permintaan atau demand pada suatu jenis barang atau jasa tertentu. Ketika permintaan meningkat sementara stok barang yang tersedia tak memadai, maka akan terjadi kenaikan harga.
- Meningkatnya Biaya Produksi
Inflasi juga bisa disebabkan karena meningkatnya biaya produksi. Biaya produksi yang baik bisa disebabkan karena beberapa hal seperti naiknya harga bahan baku atau naiknya upah pegawai.
- Peredaran Uang
Ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat tinggi, maka inflasi bisa terjadi. Hal ini dikarenakan ketika jumlah uang di masyarakat meningkat, harga barang akan ikut mengalami kenaikan. Karena kenaikan daya beli masyarakat sedangkan stok barang statis, maka harga barang akan ikut naik.
2. Deflasi
penurunan permintaan terhadap barang dan jasa. Ketika kita merasa tidak yakin tentang masa depan ekonomi, maka kita akan cenderung memilih untuk menunda pengeluaran. Ketidakyakinan atau penurunan permintaan dapat diakibatkan karena tingkat pengangguran yang tinggi atau ketidakpastian politik. Hal ini menyebabkan produsen merespons dengan menurunkan harga untuk menarik konsumen, yang selanjutnya dapat memperburuk situasi.
Peningkatan Penawaran Juga Bisa Jadi Penyebab Deflasi Dalam beberapa kasus, peningkatan kapasitas produksi dapat menyebabkan kelebihan pasokan barang di pasar. Seperti yang terjadi ketika kemajuan teknologi dapat membantu proses produksi lebih efisien. Produsen jadi bisa menghasilkan lebih banyak barang dengan biaya yang lebih rendah. Namun jika naiknya jumlah barang atau jasa yang tersedia tidak diimbangi dengan meningkatnya jumlah permintaan pasar, maka barang tersebut akan menumpuk dan menyebabkan kerugian bagi produsen.
Kebijakan Moneter yang Ketat Bisa Menyebabkan Deflasi Masing-masing negara memiliki bank sentral yang bertanggung jawab untuk mengatur dan menyeimbangkan perekonomian suatu negara. Ketika bank sentral meningkatkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, hal ini bisa mengurangi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.
Dampak Inflasi dan Deflasi
1. Inflasi
Dampak dari inflasi adalah memengaruhi kemampuan ekspor sebuah negara. Akibat inflasi, biaya ekspor menjadi lebih mahal dan daya saing produk ekspor menurun yang bisa menyebabkan devisa berkurang.
Inflasi juga bisa memengaruhi minat orang menabung di bank. Hal ini disebabkan karena bunga simpanan tabungan menjadi kecil karena tergerus inflasi. Belum lagi, menabung di bank juga mengeluarkan biaya administrasi setiap bulan, sehingga bunga yang diperoleh nasabah semakin minim.
Lebih jauh, inflasi dapat mempengaruhi kestabilan mata uang suatu negara. Kestabilan kurs mata uang mengandung dua aspek, yakni kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Kondisi inflasi pun bisa mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit, karena bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar.
2. Deflasi
- Penurunan Pendapatan Bisa Terjadi Karena Deflasi
- Deflasi Jangka Panjang Dapat Menyebabkan Krisis Ekonomi
Jika deflasi berlangsung lama, hal ini dapat mengarah pada resesi. Pengangguran akan meningkat, produksi menurun, dan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian akan semakin menurun. Kepercayaan yang menurun ini membuat konsumen enggan untuk mengeluarkan uang dan semakin memperburuk situasi ekonomi.
Krisis ekonomi yang diakibatkan oleh deflasi berkepanjangan adalah fenomena kompleks yang memerlukan respons terpadu dari pemerintah dan lembaga keuangan. Tanpa intervensi yang tepat, efek merugikan dari deflasi dapat menyebar dan memperdalam resesi, mengakibatkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
Cara Mengatasi Inflasi dan Deflasi
1. Inflasi
- Kebijakan Moneter yang Ketat
Bank sentral dapat mengadopsi kebijakan moneter yang ketat untuk mengendalikan inflasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menaikkan suku bunga, mengurangi pasokan uang yang beredar, atau menjual surat berharga pemerintah untuk menarik uang dari pasar. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi, sehingga mengendalikan permintaan dan inflasi.
- Kebijakan Fiskal yang Ketat
Pemerintah dapat mengadopsi kebijakan fiskal yang ketat untuk mengurangi pengeluaran dan menyeimbangkan anggaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi belanja publik, meningkatkan pajak, atau mengurangi subsidi yang dapat menyebabkan tekanan inflasi.
- Pengendalian Upah
Kenaikan upah yang terlalu cepat dapat mendorong inflasi. Pemerintah dapat bekerja sama dengan serikat pekerja dan pengusaha untuk menetapkan kebijakan upah yang wajar dan sesuai dengan produktivitas ekonomi, sehingga mengurangi tekanan inflasi.
- Intervensi Pasar
Pemerintah dapat melakukan intervensi langsung di pasar untuk mengendalikan harga barang dan jasa tertentu yang memiliki dampak signifikan terhadap inflasi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur harga, mengimpor barang, atau mengurangi tarif pada barang-barang tertentu untuk mengurangi tekanan inflasi.
- Peningkatan Produksi dan Produktivitas
Meningkatkan produksi dan produktivitas ekonomi dapat membantu mengurangi tekanan inflasi. Dengan meningkatkan pasokan barang dan jasa, permintaan dapat terpenuhi tanpa menimbulkan tekanan harga yang signifikan.
- Peningkatan Investasi dan Inovasi
Mendorong investasi dan inovasi dalam sektor ekonomi yang penting dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi, sehingga mengurangi tekanan inflasi. Inovasi teknologi juga dapat membantu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.
- Pendidikan dan Kesadaran Publik
Pendidikan ekonomi dan kesadaran publik tentang inflasi dapat membantu mengurangi tekanan inflasi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang inflasi, masyarakat dapat mengatur pengeluaran mereka dengan bijak dan pengusaha dapat mengatur harga mereka dengan wajar.
2. Deflasi
- Mengimplementasikan kebijakan moneter
Yang pertama, cara mengatasi deflasi adalah dengan menerapkan kebijakan moneter. Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) dengan menambahkan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
- Politik diskonto
Selanjutnya, cara mengatasi deflasi adalah melalui kebijakan politik diskonto. Ini merupakan kebijakan dari Bank Sentral dengan menurunkan tingkat suku bunga bank sehingga masyarakat akan menarik tabungan dari bank. Menurunnya tingkat suku bunga akan membuat investor menarik sejumlah dana dan memilih mencari laba melalui bisnis konvensional. Sehingga jumlah uang yang beredar dalam masyarakat akan bertambah.
- Menerapkan kebijakan fiskal
Ketiga, cara mengatasi deflasi adalah lewat penerapan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka mengatasi disinflasi. Bentuk kebijakan berupa pengelolaan dan pembuatan strategi agar kondisi perekonomian menjadi lebih baik. Selain itu, pemerintah juga mengatur dan memperbarui pendapatan dan pengeluaran negara.
- Menerapkan kebijakan non-moneter
Terakhir, cara mengatasi deflasi adalah dengan mengimplementasikan kebijakan non moneter atau kebijakan yang terjadi secara alamiah atas kesadaran tingkah laku masyarakat.
Contoh Inflasi dan Deflasi
1. Inflasi
kenaikan harga BBM yang mengabkibatkan biaya produksi naik dan berdampak pada kenaikan barang dan jasa yang dihasilkan. Kenaikan harga beberapa komoditas seperti telur, cabai, dan daging ayam juga berkontribusi terhadap terjadinya inflasi di Indonesia.
2. Deflasi
ketika memasuki bulan puasa, dimana mayoritas masyarakat membatasi pengeluarannya karena menyesuaikan pola konsumsinya selama ramadhan. Pengeluran masyrakat untuk kelompok makanan dan minuman merupakan menyumbang besar terjadinya deflasi.
Kesimpulan
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa meningkat secara umum akibat tingginya permintaan, kenaikan biaya produksi, atau pencetakan uang yang berlebihan, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat namun mendorong investasi jika terkendali; sedangkan deflasi adalah penurunan harga secara terus-menerus yang biasanya disebabkan oleh melemahnya permintaan atau kelebihan produksi, berisiko menurunkan keuntungan bisnis, meningkatkan pengangguran, dan memicu resesi, sehingga keduanya memerlukan pengendalian melalui kebijakan moneter dan fiskal agar ekonomi tetap stabil dan tumbuh secara sehat.
Daftar Pustaka
Bank Indonesia. (n.d.). Inflasi. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/inflasi/default.aspx.
CIMB Niaga. (n.d.). Pengertian inflasi dan strategi mengatasinya dengan investasi. Diakses dari https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/pengertian-inflasi-dan-strategi-mengatasinya-dengan-investasi.
Detik Finance. (2024). 5 bulan berturut-turut menerpa RI, apa itu deflasi? Diakses dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7574147/5-bulan-berturut-turut-menerpa-ri-apa-itu-deflasi.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. (n.d.). Kontribusi UMKM dalam perekonomian Indonesia. Diakses dari https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/lubuksikaping/id/data-publikasi/artikel/3134-kontribusi-umkm-dalam-perekonomian-indonesia.html.
OCBC NISP. (2021). Apa itu deflasi? Diakses dari https://www.ocbc.id/id/article/2021/04/13/apa-itu-deflasi.
Treasury. (n.d.). Apa itu deflasi: Pahami penyebab, dampak, dan cara menghadapinya. Diakses dari https://www.treasury.id/apa-itu-deflasi-pahami-penyebab-dampak-dan-cara-menghadapinya.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. (n.d.). Cara mencegah dan mengatasi inflasi. Diakses dari https://feb.umsu.ac.id/cara-mencegah-dan-mengatasi-inflasi/.

.jpeg)
.jpeg)
0 Komentar